Denuklirisasi Tak Jelas, Trump Sebut Korut Ditekan China
BintangBola - Presiden Donald Trump
menuding China menekan Korea Utara sehingga perundingan perlucutan
senjata nuklir dengan negara pimpinan Kim Jong-un itu tersendat.
"Presiden Donald J. Trump menduga kuat Korea Utara di bawah tekanan besar dari China karena perang dagang kami dengan Pemerintah China," demikian pernyataan Gedung Putih sebagaimana ditulis kembali oleh Trump melalui akun Twitter pribadinya.
"Presiden Donald J. Trump menduga kuat Korea Utara di bawah tekanan besar dari China karena perang dagang kami dengan Pemerintah China," demikian pernyataan Gedung Putih sebagaimana ditulis kembali oleh Trump melalui akun Twitter pribadinya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dugaan ini
berangkat dari fakta China memberikan bantuan sangat besar bagi Korut
sebagai sekutu terdekatnya di kawasan.
"Ini tidak membantu! Presiden yakin hubungannya dengan Kim Jong-un sangat baik dan hangat dan tak ada alasan untuk menghabiskan banyak dana untuk latihan perang AS-Korea Selatan," tulis Gedung Putih.
Melansir dari halaman Agen Bola, latihan perang antara AS-Korsel ini memang salah satu isu besar yang selalu dijadikan alasan bagi Korut untuk mengembangkan senjata nuklirnya. Mereka berdalih nuklir itu dibutuhkan untuk menangkal ancaman "invasi" Korsel dan AS.
"Ini tidak membantu! Presiden yakin hubungannya dengan Kim Jong-un sangat baik dan hangat dan tak ada alasan untuk menghabiskan banyak dana untuk latihan perang AS-Korea Selatan," tulis Gedung Putih.
Melansir dari halaman Agen Bola, latihan perang antara AS-Korsel ini memang salah satu isu besar yang selalu dijadikan alasan bagi Korut untuk mengembangkan senjata nuklirnya. Mereka berdalih nuklir itu dibutuhkan untuk menangkal ancaman "invasi" Korsel dan AS.
Meski Trump memastikan belum akan melanjutkan latihan tersebut, ia tak menutup kemungkinan operasi itu dilanjutkan.
"Presiden dapat memulai kembali latihan itu secara instan dengan Korea Selatan dan Jepang jika ia mau. Jika terjadi, latihan itu akan jauh lebih besar dari sebelumnya," tulis Gedung Putih.
"Presiden dapat memulai kembali latihan itu secara instan dengan Korea Selatan dan Jepang jika ia mau. Jika terjadi, latihan itu akan jauh lebih besar dari sebelumnya," tulis Gedung Putih.
Setelah itu, Trump membahas masalah perang dagang antara AS dan China yang kian panas belakangan ini.
"Untuk sengketa dagang AS-China dan perbedaan lainnya, semuanya akan diselesaikan oleh Presiden Trump dan Presiden China yang hebat, Xi Jinping. Hubungan mereka sangat kuat," tulis Gedung Putih.
Perang dagang AS-China makin panas sete;ah AS kembali menaikkan pajak hingga US$16 juta untuk impor barang China. Beijing pun bertekad membalas.
Kisruh dagang ini terjadi di tengah upaya negosiasi AS dengan Korut setelah Trump bertemu dengan Kim di Singapura pada Juni lalu.
Namun, pada Jumat pekan lalu, Trump tiba-tiba membatalkan kunjungan Pompeo ke Korut. Sejumlah laporan menyebut pembatalan ini terjadi setelah Trump menerima sepucuk surat bernada kasar dari pejabat Korut.
Belakangan, beberapa media bahkan melaporkan bahwa dalam surat tersebut, pejabat Korut itu mengungkapkan kemungkinan perundingan denuklirisasi itu batal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar